Rabu, 28 September 2016

Tentang Bahagia, Hidup ,Topeng dan Fatamorgana



Apa yang terlihat tidak selalu seperti apa yang sebenarnya terjadi..

Mungkin benar yang dikatakan orang-orang terdahulu bahwa hidup ini adalah panggung sandirwara..

Tinggal kita ingin memerankan tokoh yang seperti apa yang semacam apa yang berbentuk apa yang berupa apa atau topeng semacam apa tinggal kita yang memilihnya..

Tapi pastikan bahwa tokoh tersebut benar-benar tokoh yang real/nyata..

Bukan tokoh yang seperti fatamorgana..

Iyaa seperti fatamorgana, yang terlihat dari jauh seperti air yang menyejukkan tapi ketika didekati gersang krontang

Dan setiap orang selalu punya alasan masing-masing mengapa memilih memerankan tokohnya dan memakai topengnya, mengapa membiarkan fatamorgana  terjadi di hari-harinya, ..

Ironis ketika seseorang memakai topeng hanya untuk terlihat bahagia dan serba ada..
Ironis ketika seseorang menggadaikan kedamainan dan ketenangan hatinya hanya untuk sebuah pujian dan pengakuan..
Ironis ketika seseorang harus memilih fatamorgana dari pada hari-hari yang nyata apa adanya..

Terima kasih karena telah memperlihatkanku tentang topeng dan fatamorgana..
Tentang Kedamaian dan ketenangan hati..
Tentang pujian dan pengakuan..

Semua terlihat dihati kita masing-masing.. hati yang selalu merasa cukup dan bersyukur, hati yang selalu merasa ikhlas dan tulus, karena sesungguhnya bahagia itu letaknya ada di hati kita masing-masing, tiada yang perlu tau dan tiada yang perlu disembuyikan

Disini dihati kita masing-masing tak perlu berteriak aku bahagia hanya untuk menunjukkan bahwa kita bahagia, tak perlu tertawa terbahak-bahak, tak perlu menunjukakan kepada siapapun.. iyaa hanya hati kita yang tau jawaban dari arti bahagia itu sendiri..

Hati kita yang tau apa kita memakai topeng yang fatamorgana atau apa adanya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar