Mungkin benar yang dikatakan orang-orang terdahulu bahwa
hidup ini adalah panggung sandirwara..
Tinggal kita ingin memerankan tokoh yang seperti apa yang semacam
apa yang berbentuk apa yang berupa apa atau topeng semacam apa tinggal kita
yang memilihnya..
Tapi pastikan bahwa tokoh tersebut benar-benar tokoh yang real/nyata..
Bukan tokoh yang seperti fatamorgana..
Iyaa seperti fatamorgana, yang terlihat dari jauh seperti air
yang menyejukkan tapi ketika didekati gersang krontang
Dan setiap orang selalu punya alasan masing-masing mengapa
memilih memerankan tokohnya dan memakai topengnya, mengapa membiarkan fatamorgana terjadi di hari-harinya, ..
Ironis ketika seseorang memakai topeng hanya untuk
terlihat bahagia dan serba ada..
Ironis ketika seseorang menggadaikan kedamainan dan
ketenangan hatinya hanya untuk sebuah pujian dan pengakuan..
Ironis ketika seseorang harus memilih fatamorgana dari
pada hari-hari yang nyata apa adanya..
Terima kasih karena telah memperlihatkanku tentang topeng dan fatamorgana..
Tentang Kedamaian dan ketenangan hati..
Tentang pujian dan pengakuan..
Semua terlihat dihati kita masing-masing.. hati
yang selalu merasa cukup dan bersyukur, hati yang selalu merasa ikhlas dan tulus,
karena sesungguhnya bahagia itu letaknya ada di hati kita masing-masing, tiada
yang perlu tau dan tiada yang perlu disembuyikan
Disini dihati kita masing-masing tak perlu berteriak aku
bahagia hanya untuk menunjukkan bahwa kita bahagia, tak perlu tertawa
terbahak-bahak, tak perlu menunjukakan kepada siapapun.. iyaa hanya hati kita
yang tau jawaban dari arti bahagia itu sendiri..
Hati kita yang tau apa kita memakai topeng yang fatamorgana
atau apa adanya..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar