Selasa, 22 Oktober 2019

My Story Marriage

Sebelumnya ada keinginan dari saya kalau setelah menikah nanti saya mau menulis, dan ini mau saya realis sedikit sedikit.. saya mau menulis tentang kisah saya sendiri yaa ehmm bagaimana akhirnya saya memutuskan untuk menikah, melepas masa lajang dengan laki-laki pilihan saya..
Next..
Saya nggak kenal lama dengan suami saya, kenal bulan November 2018 dan menikah bulan Agustus 2019, iya itu terasa singkat tidak ada satu tahun. Awal ragu itu pasti ada, tetapi dengan meminta petunjuk sama Allah SWT agar diberikan kemantapan hati Alhamdulillah akhirnya saya yakin untuk melangkah ke jenjang yg lebih serius untuk menikah. Pastinya perlu proses untuk saling meyakinkan diri baik saya maupun suami karena menikah itu sesuatu yang sangat sakral dan sekali sumur hidup, banyak pertimbangan-pertimbangan yang perlu dipikir ulang untuk diputuskan sebelum melangkah ke jenjang yg serius. Pastinya dengan begitu saya dan suami jadi tau bagaimana kenapa dan apa yg membuat kita akhirnya memutuskan untuk menikah yg artinya menerima segala pertimbangan yg ada menerima semua plus dan minusnya.. dengan begitu semoga insyaAllah ke depannya kita bisa saling menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain karena dari awal sudah melalui proses pertimbangan yg matang. Kami memutuskan untuk melangsungkan pernikahan di tgl 17 Agustus 2019 bertepatan di Bulan Besar, Bulan Dzulhijah, dan Hari Kemerdekaan Indonesia.. semoga Barokah sebenarnya tidak ada alasan yang mendetail kenapa memilih tgl tersebut ya karena memang ingin jadi moment yang bermakna dan Barokah buat kedepannya nanti.. sekarang saya dan suami sudah menjalani pernikahan selama 2bulan tentu ada beberapa hal yang banyak berubah dalam kehidupan kami masing2, yang sebelumnya masih single sekarang sudah berstatus suami dan isteri, ada tanggung jawab ada komitmen ada kata saling diantara kami. Masih banyak yang mesti kami pelajari bersama, berproses bersama, berjuang bersama, walaupun saat ini kami masih menjalain LDM (Long Distance Marriage) tapi keyakinan kita, samangat kita untuk bersama-sama akan terus diupayakan, masih banyak harapan dan keinginan yang ingin kita wujudkan bersama.
Next..
Alhamdulillah saya dan suami adalah tipe orang yang nggak ribet, semua dijalani saja dan diupayakan, kita terus belajar agar bisa menjadi keluarga yg sakinah mawadah wa rahmah, belajar jadi isteri terbaik dan menjadi suami terbaik yang amanah sama kepercayaan yang telah Allah berikan. suami adalah sosok yg luar biasa bagi saya, istiqomah dan selalu membimbing saya dengan cara2 yg berbeda, memiliki pandangan hidup yang unik, suami tau semua kekurangan dan kelebihan saya dan semoga bisa selalu saling dalam menjalani semuanya karena memang sekarang kita berdua bersama dalam menjalani segala sesuatu jadi harus saling terbuka saling mengerti saling suport saling percaya saling saling dan saling buat jadi team yg sukses hehe.
Next..
Seperti lagunya raisa yang "Jatuh Hati"
ada ruang hatiku yang kau temukan, sempat aku lupakan kini kau sentuh, aku bukan jatuh cinta namun aku jatuh hati..
ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu, terkagum pada pandangmu, cara mu melihat dunia.. ku harap kau tau bahwaku terinspirasi hatimu, ku tak harus memilikimu, tapi bolehkah ku slalu di dekatmu..
katanya cinta memang banyak bentuknya, ku tahu pasti sungguh aku jatuh hati..
Iya aku jatuh hati pada jiwa, hati dan cara pandang suamiku yang berbeda dari yang lain, semoga selalu bisa jadi suami terbaik bagiku, Aamiin..
Next..
Perjalanan kita masih sangat panjang, ada banyak sekali harapan keinginan dan visi misi yang harus kita lalui bersama, apapun yang terjadi ini adalah sama2 pilihan kita yang telah kita putuskan dengan berbagai pertimbangan, semoga apapun yang terjadi didepan kita akan tetap menjalaninya dengan lapang hati, istiqomah dan selalu berbahagia.. semoga kita bisa sama2 selalu bisa belajar agar bisa menjadi isteri dan suami versi terbaik kita, yang nantinya akan kita pertanggung jawabkan, semoga Rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang kokoh.. kokoh dalam iman, kokoh dalam cinta dan kasih sayang, kokoh dalam perekonomian, kokoh dalam ilmu untuk menjadi keluarga bahagia till jannah sakinah mawadah warahmah.. Aamiin YRA 🥰

Sabtu, 30 Desember 2017

kali ini saja

Aku mulai berharap dalam malam malam panjang, dalam sepertiga malam..
Entah sejak kapan rasa itu menyapa..
Aku tau mungkin ini sesuatu yang salah tapi tidak ada yang salah dengan rasa bukan? Sekali lagi aku bermimpi setelah sekian lama mimpi itu padam..
Tuhan apakah sekali lagi ini hanya akan menjadi mimpi yang terpendam..
Aku takut memulai aku takut terjatuh, aku hanya bisa menyimpan diam diam..
Tuhan jika boleh aku meminta jika boleh aku memohon jika boleh izinkan aku mewujudkan mimpi ini sekali ini saja sekali saja izinkanku menjadi bagian dari mimpinya, mimpi mimpi besarnya..

Mungkinkah ini cinta? Atau hanya sekedar rasa yang ingin singgah sementara.. Atau hanya mimpi sesaat? Jujur aku sudah lelah memainkan rasa, aku sudah lelah bermain dengan mimpi.. kali ini aku hanya ingin dia yang satu, satu yang Engkau pilihkan untukku.. aku tidak ingin mereka, aku hanya ingin dia yang nama Ku dan nama Nya telah Engkau tuliskan di laihul mahfudz..

Ketika banyak yang meragukan itu, ketika aku pun berada di ambang keraguan, yakin kan aku bahwa apa yang aku yakini itu sesuatu yang benar, bahwa jalan yang ku ambil jalan yang ku tempuh bukanlah jalan yang salah, bahwa pilihan yang ku buat adalah pilihan yang tepat...

Kali ini aku sungguh bersabar dan menunggu tinggal sepenggal harapan dan keyakinanku sekarang semoga Engkau segera menunjukkan kebenaran itu :) semoga Engkau memberiku kekuatan atas perjalanan yang ku pilih atas nama cinta jalan yang sesuai dengan kasih sayangMu :)

Jumat, 09 Desember 2016

Bergerak dari Zona Nyaman

Berada di zona nyaman memang membuat seseorang merasa bahwa sudah tidak ada yang perlu diperjuangkan lagi.. yaa semua terasa cukup, semua terasa nyaman. Tapi sebenarnya justru itu yang membelenggu.. perasaan cukup perasaan nyaman, perasaan menikmati.. membuat seseorang lupa akan tujuan yang sebenarnya..

Ibarat tujuan kita mendaki gunung adalah agar kita bisa sampai ke puncak gunung tapi ketika di tengah perjalanan kita mendapati ada tempat yang indah, danau yang sejuk, dan tempat istirahat yang nyaman membuat kita terlena sehingga berlama-lama menikmati apa yang ada dan membuat lupa dengan tujuan yang sebenarnya.. Bahwa ada perjalanan yang harus dilanjutkan, ada tanggung jawab yang harus diselesaikan, dan ada perjuangan yang harus diupayakan lagi.. iyaa perjalanan masih jauh tempat ini hanya tempat singgah sementara melepas lelah, mengumpulkan semangat dan bergerak lagi...

Bangkit lagi bergerak lagi dan mulai melakukan perjalanan, ini memang menyenangkan tapi bukan berarti semua akan berakhir disini, tapi yang jelas semua yang terjadi tak lepas dari campur tangan Tuhan begitu juga dengan kesempatan untuk menikmati zona ini itu pun juga sudah menjadi skenario Tuhan..

Bertemu dengan orang-orang baru, karakter2 baru yang luar biasa hebat, dan tuntutan kedewasaan membuat banyak pembelajaran yang bermanfaat, kembali ke berkahnya.. semoga zona nyaman ini mendatangkan keberkahan dan hikmah..

Sekarang waktunya merajut asa lagi, mengumpulkan semangat, memutar otak dan berupaya lagi..
bergerak bebas bak burung merpati, melakukan yang terbaik demi orang-orang tersayang..
Are you ready??
Yes, i'm ready !! ^_^
Bismillah...

Senin, 17 Oktober 2016

Kau, Aku dan Sepucuk Angpao Merah

Pertama saya baca bukunya jujur saja saya tidak begitu tertarik, saya menerka nerka sepertinya ceritanya bakal membosankan.. mana mengisahkan tentang kehidupan di pontianak tepatnya di dekat sungai kapuas yang sama sekali tak aku tau bahkan tak pernah berpikir tentang kehidupan para penduduk sungai kapuas yang tinggal di rumah apung.. 

Tapi setelah berlembar-lembar aku baca membuatku berdecak kagum wow betapa hebatnya penulis ini dia bisa begitu detail dan faham menggambarkan kehidupan di pontianak dekat sungai kapuas, saya yakin ini tidak sekedar menulis pasti beliau sendiri juga menyaksikan seperti apa keadaan disana sampai bisa menggambarkan begitu detail..

Belum tertarik keceritanya ini hanya ketertarikan awal pendeskripsian si penulis menganai kehidupan di dekat sungai kapus, sejarahnya, mata pencahariannya, perwatakannya, suasana semua sangat detail dijelaskan..

Berlembar lembar lagi baca mulai aku cermati alur2 ceritanya, si Borno mungkin dia ini tokoh utama dalam cerita ini awal cerita tidak begitu menarik kehidupannya, anak semata wayang seorang nelayan yang pada akhirnya ayahnya meninggal ketika berlayar mencari ikan karena tersengat ubur-ubur dimana saat keadaan antara hidup dan mati ayah borno ini mendonorkan jantungnya untuk orang lain secara cuma2.. 

Berawal dari sini ceritanya.. masih saya ingat dengan detail bagaimana perjuangan borno.. dari sini aku mulai menikmati alur ceritanya.. dimana di dalam cerita ada Pak Tua yang sangat bijak, sahabat borno bernama andi yang jail tapi sangat setia kawan, ada mei yang menawan namun misterius dan sarah yang periang.. serta tokoh-tokoh pendukung lain bang Togar yang kelihatan sangar tapi hatinya baik, Koh Acong dll... mereka disana hidup sederhana di dekat sungai kapuas.. tetapi untuk masalah kekeluargaan kepedualian dan gotong royong jangan ditanya lagi sangat-sangat solid orang orang tersebut, benar2 kehidupan hangat yang sama sekali tak pernah terbesit seseorang dapat mengangkat kisah seunik ini dan pekerjaan si borno yang mungkin tak pernah terpikirkan oleh orang awam, kehidupan di hulu sungai kapuas yang mungkin untuk sekedar dibicarakan oleh orang awam saja jarang..

Saya mulai tertarik dengan kehidupan si borno ini banyak kisah dan pembelajaran menarik yang dapat saya ambil dalam buku ini, benar2 menarik.. 
Buku ini mengisahkan perjuangan borno yang awalnya masa depannya tidak jelas, kesana kemari di caci tapi dia tetap berdiri gagah tidak gentar untuk terus melakukan yang terbaik bekerja seadanya yang penting halal, berkali kali pindah kerjaan halang rintang dihadapinya, tapi prinsip2 hidup terbaik tetap dia pegang selalu jujur dalam berkerja, kerja keras, sederhana dan memberikan yang terbaik dalam segala hal yang dia kerjakan tak peduli seperti apa hasilnya.. hingga pada akhirnya dia bertemu dengan mei cinta sejatinya cinta yang di perjuangkan dengan tindakan nyata.. jatuh bangun dia lalui tapi dia tetap tak gentar untuk berpegang teguh pada prisip2 terbaik.. mei yang telah mengajarkan borno banyak hal mengenai perasaan, dimana dalam kisah jatuh bangun perasaanya dia di temani dan dibimbing oleh Pak tua yang sudah mengelilingi separuh dunia sehingga pengalamanya sudah tidak diragukan lagi dan andi sahabat usil tapi setia kawan..

Hingga akhirnya kisah demi kisah borno lalui sembari mewujudkan mimpi2 borno untuk membuka usaha perbengkelan dan kuliah di jurusan mesin sungguh perjuangan yang bisa diteladai dari kisah borno ini jatuh bangun di lalui hingga rencana tidak hanya jadi rencana tapi sesuatu yang dapat diwujudkan.. baik kisah karirnya kisah cintanya kisah persahabatannya semua benar2 menarik.. dan satu hal walau apapun yang terjadi borno tetep menjadi bujang yang paling berhati lurus di sepanjang sungai kapuas.. iya borno tetap memegang prinsip-prinsip terbaik dihidupnya.. dalam keadaan jatuh maupun saat berada di puncak kejayaan..

Untuk lebih detail ceritanya silahkan baca sendiri novelnya hehehe dijamin kalian akan berdecak kagum.. satu hal jangan mudah menyimpulkan sesuatu sebelum kita menyelesaikannya sampai akhir, mungkin begitu juga kesan saya terhadap salah satu novel tere liye ini ^_^

Rabu, 28 September 2016

Tentang Bahagia, Hidup ,Topeng dan Fatamorgana



Apa yang terlihat tidak selalu seperti apa yang sebenarnya terjadi..

Mungkin benar yang dikatakan orang-orang terdahulu bahwa hidup ini adalah panggung sandirwara..

Tinggal kita ingin memerankan tokoh yang seperti apa yang semacam apa yang berbentuk apa yang berupa apa atau topeng semacam apa tinggal kita yang memilihnya..

Tapi pastikan bahwa tokoh tersebut benar-benar tokoh yang real/nyata..

Bukan tokoh yang seperti fatamorgana..

Iyaa seperti fatamorgana, yang terlihat dari jauh seperti air yang menyejukkan tapi ketika didekati gersang krontang

Dan setiap orang selalu punya alasan masing-masing mengapa memilih memerankan tokohnya dan memakai topengnya, mengapa membiarkan fatamorgana  terjadi di hari-harinya, ..

Ironis ketika seseorang memakai topeng hanya untuk terlihat bahagia dan serba ada..
Ironis ketika seseorang menggadaikan kedamainan dan ketenangan hatinya hanya untuk sebuah pujian dan pengakuan..
Ironis ketika seseorang harus memilih fatamorgana dari pada hari-hari yang nyata apa adanya..

Terima kasih karena telah memperlihatkanku tentang topeng dan fatamorgana..
Tentang Kedamaian dan ketenangan hati..
Tentang pujian dan pengakuan..

Semua terlihat dihati kita masing-masing.. hati yang selalu merasa cukup dan bersyukur, hati yang selalu merasa ikhlas dan tulus, karena sesungguhnya bahagia itu letaknya ada di hati kita masing-masing, tiada yang perlu tau dan tiada yang perlu disembuyikan

Disini dihati kita masing-masing tak perlu berteriak aku bahagia hanya untuk menunjukkan bahwa kita bahagia, tak perlu tertawa terbahak-bahak, tak perlu menunjukakan kepada siapapun.. iyaa hanya hati kita yang tau jawaban dari arti bahagia itu sendiri..

Hati kita yang tau apa kita memakai topeng yang fatamorgana atau apa adanya..

Rabu, 14 September 2016

Kecintaan Yang Menginspirasi

Saya juga nggak tau, kapan saya mulai suka dengan buku, yang saya ingat mulainya dari komik, lalu cerita bergambar, lalu novel, barulah kebuku-buku non-fiksi, tepatnya sejarah.

Kecintaan saya terhadap buku mungkin lebih dari yang lainnya di dunia. Dulu pas kuliah, berkali-kali makan harus mengalah dengan buku, jalan-jalan harus kalah dengan buku.


Dari banyak membaca, saya terinspirasi untuk menulis. Bukan untuk dinikmati sendiri, tapi untuk anak-anak nanti. Agar mereka tahu siapa ayahnya, apa yang ayahnya inginkan dan perjuangkan.

Sebab menulis itu memang tak semudah berbicara. tapi berbicara itu mudah dilupakan, tapi tidak yang ditulis. Yang ditulis tercatat, terdokumentasi, dan mudah dipertanggungjawabkan.

Bila membaca adalah pengetahuan, maka menulis adalah berbagi pengetahuan. Bila membaca adalah menambah ilmu, maka menulis adalah mengikatnya, begitu ucap sahabat Ali bin Abu Thalib.


Maka yang bisa saya wariskan pada anak-anak, bukanlah sedikit ilmu yang mampu saya kumpulkan, tapi semangat mencintai ilmu, itulah yang lebih berarti, mendekatkan mereka pada buku.


Sebab ulama semua punya banyak kesamaan, mereka menyukai buku, mereka dekat dengan buku. Maka biasakan anak-anak kita juga menyukai buku, dekat dengan timbunan ilmu.


Sebisa mungkin jauhkan godaan-godaan lainnya seperti game, dan televisi, gadget dan media lainnya. Perbanyak buku walau pajangan, beri mereka godaan untuk membaca, menambah ilmu.


Sebab ilmu itu selamanya akan didapat, diolah, dan dibagi oleh manusia. Dan media penyimpanannya adalah buku, disampaikan dari masa ke masa, ide itu tetap, walau orangnya beda.


-Ustadz Felix Siauw-

Selasa, 30 Agustus 2016

Selamat Pagi !

Bagiku waktu selalu pagi. Diantara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan.

Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi.

Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi ; malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan.

Mulai pagi dengan senyuman. Jika ingin mewujudkan impian, maka langkah pertama yang dilakukan adalah “bangun”.

Hidup ini layaknya cermin, jika kamu tersenyum maka ia akan balik tersenyum. Jika kamu marah dan bersedih, maka hidup pun akan demikian.

Seberapa baik ataupun buruk hidup, selalu syukuri karena setidaknya masih bisa terbangun setiap pagi dan menikmati dengan cara yang baik. Terkadang kamu hanya perlu menciptakan matahari dalam hidupmu.

Pagi adalah sebuah berkah yang indah. Tak masalah cerah atau mendung. Karena pagi adalah awal untuk memulai sesuatu yang disebut KEHIDUPAN.

Jangan pernah mencoba menjadi orang lain. Setiap orang itu berbeda dan kamu unik dengan caramu. Banggalah pada dirimu.

Di Pagi yang cerah ini...,
Mulailah meraih apa yang menjadi harapanmu. Sukses bukanlah ukuran seberapa besar impianmu, tapi seberapa banyak yang kamu lakukan.

Selamat pagi, lakukan yang terbaik hari ini. Because, today is your day!

===============================================================